Hubungan Tak Sehat di Kalangan Millenial

ciri hubungan tak sehat Mei 26, 2020

Hubungan Tak Sehat di Kalangan Millenial

Saat ini sudah menjadi trending di sosial media untuk millenial dalam mengumbar cerita cintanya, sehingga menjadi konsumsi publik. Sebagai contoh youtuber ternama seperti Awkarin yang menceritakan kisah putus cinta di Youtube pribadinya sembari menangis tersedu-sedu. Diantara sekian banyak kisah yang menjadi konsumsi publik itu kita akan melihat dari bagaimana hubungan ini  tak sehat. Ada pula yang dengan sengaja membongkar aib pasangan menjadi konsumsi publik yang katanya’agar dia jera’. Sosial media memang terdengar menghibur dan ringan, namun ada dampak yang cukup besar jika Anda memainkannya secara berlebihan. Berikut ini adalah poin-poin hubungan tak sehat di kalangan Millenial:

1. Tuntutan kepada pasangan

Kesalahan Fatal Hubungan Percintaan Retak 2

Infuencer seringkali menampilkan relationship goals di berbagai sosial media. Setiap orang yang melihat pasti akan terdoktrin dan  menuntut akan materi untuk hal romansa yang menarik. Sebuah harapan itu apabila tidak terjadi akan menumpukan kekecewaan. Biasanya sang wanita akan memberikan kode kepada pasangan agar diperlakukan hal yang sama. Semua orang mempunyai cara tersendiri dalam menyampaikan kasih sayang. Hubungan tak sehat seperti ini akan berujung tandas dan berakhir tidak bahagia.

2. Tak ada ruang privasi

Tipe Hubungan Percintaan 5

Pernahkan kamu melihat pasanganmu selalu update momen bersama secara rutin? Pada dasarnya manusia memang senang dalam publikasi hubungan seperti itu. Salah satu manfaatnya agar orang lain tahu jika Anda sudah memiliki pasangan dan berbahagia. Namun melakukan hal seperti itu secara rutin akan mengurangi privasi hubungan Anda. Ada beberapa hal yang harus kalian simpan sendiri dan tidak menjadi konsumsi publik.

3. Ajang pencemaran nama

Munculnya sosok ‘bad boy’ dan ‘bad girl’ di khalayak ramai. Saat Anda berada diposisi yang tidak nyaman karena pasangan yang overprotektif, berbicara secara langsung adalah solusi yang tepat. Namun jika pasangan tetap melakukan hal yang sama dan tidak memperbaiki diri, sebaiknya Anda menyudahi hubungan tersebut karena itu adalah hubungan tak sehat. Di zaman sekarang, setiap bukti overprotektif maupun kekerasan akan menjadi konten bagi pasangan yang tersakiti sebagai bukti balas dendam atas sakit hatinya. Konten yang virala akan terus berlanjut hingga menjadi kasus pencemaran nama baik dan aib.

4. Penonton adalah Raja

Pernahkah kalian mendengar cerita dimana satu pasangan putus karena teman-temannya tidak setuju. Pendapat teman menjadi hal wajar karena mereka mengenal kita dan pasangan kita. Lalu bagaimana jika ribuan orang asing atau sebut saja sebagai netizen, menyuruh si pembuat konten putus dengan pasangannya ? Hal ini mungkin terjadi seperti poin ketiga namun pasangan Anda memilih bertahan dan ingin berubah. Sepertinya Anda harus memilih diamuk massa sebagai orang yang bodoh atau meninggalkan pasangan Anda. Miris bukan ? Anda memilih tetap menjalankan hubungan seperti ini maka Anda harus siap dengan konsekuensinya.

Sebuah hubungan yang sehat dan bahagia tidak dituntut sebagai konten di sosial media. Ada baiknya Anda membicarakan terlebih dahulu mengenai hal ini atau berlaku sewajarnya setiap bermain sosial media. Saat ini sosial media bisa menjadi bom waktu bagi Anda. Sosial media bukan hanya penghasil uang yang mudah tetapi tempat dimana banyak konten negatif yang bisa mendoktrin Anda dan hubungan Anda.

Semua pilihan kembali kepada Anda yang menginginkan hubungan seperti apa. Setiap pasangan memiliki hak berbicara satu sama lain. Apabila visi dan misi Anda sesuai dan tidak masalah dengan publikasi percintaan, Anda tetap harus hati-hati dalam melangkah.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.